Analis peringatkan profit crypto kuartal pertama bakal terpukul. Trading volume turun drastis dan harga token lesu bikin Coinbase kena downgrade. Simak strategi bertahan di pasar bearish ini.
Bulan madu crypto udah berakhir, setidaknya buat sekarang.
Beberapa firma investasi besar baru aja nurunin rating Coinbase dan platform crypto lainnya. Alasannya sederhana: aktivitas trading anjlok dan harga token pada merosot.
Kuartal pertama tahun ini diprediksi bakal jadi periode sulit buat perusahaan crypto.
Coinbase yang biasanya jadi barometer kesehatan pasar crypto kini kena imbasnya. Sahamnya udah turun signifikan seiring warning dari Wall Street.
Morgan Stanley, JPMorgan, dan beberapa firma lain mulai revisi target harga mereka ke bawah. Mereka lihat data on-chain yang menunjukkan retail investor mulai kabur.
Trading volume di bursa-bursa utama turun 30-50% dibanding puncaknya tahun lalu. Ini bukan sinyal bagus buat revenue platform yang bergantung pada transaction fees.
Harga Bitcoin dan altcoin mayoritas juga stagnan atau malah koreksi. Momentum yang sempat menggila pas ETF Bitcoin spot diluncurin kini udah redup.
Banyak trader retail yang FOMO masuk pas harga tinggi kini stuck atau cut loss. Psikologi pasar lagi negatif, dan ini biasanya self-fulfilling prophecy.
Buat kamu yang masih hold atau aktif trading, ini momen buat realistis. Jangan expect quick gains kayak 2021 atau awal 2024.
Bear market atau konsolidasi panjang itu normal di crypto. Yang penting kamu survive dan gak over-leverage.
Practical takeaway: Review portofolio kamu. Pastikan allocation crypto masih masuk risk tolerance pribadi. Kalau platform trading kamu bergantung pada trading volume (kayak Coinbase), expect volatility sahamnya bakal tinggi. Buat yang DCA, ini justru bisa jadi opportunity accumulate di harga lebih rendah—tapi tetap dengan money yang kamu rela kehilangan.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinDesk
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinDesk.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.
Baca artikel asli di CoinDesk→


