Pahami cara komputer kuantum mengancam keamanan Bitcoin lewat algoritma Shor, dan kenapa Google baru-baru ini mengubah timeline ancaman ini.
Di artikel pertama, kita sudah bahas fisika dasar komputer kuantum. Sekarang kita lihat targetnya: Bitcoin itu sendiri.
Gimana sih enkripsi Bitcoin bekerja? Dan kenapa algoritma kuantum bisa ngejebolnya?
Bitcoin pakai sistem kriptografi yang namanya ECDSA, Elliptic Curve Digital Signature Algorithm. Ini yang bikin transaksi kamu aman dan wallet kamu nggak bisa disusupi sembarangan.
ECDSA itu asymmetric cryptography. Ada dua kunci: public key yang kamu sebar ke semua orang, dan private key yang harus kamu jaga rapat-rapat.
Nah, yang bahaya itu: public key Bitcoin sebenarnya 'tersembunyi' sampai kamu spending bitcoin. Tapi begitu kamu kirim transaksi, public key kamu terexpose.
Komputer klasik butuh waktu absurd buat nebak private key dari public key. Triliunan tahun, literally.
Tapi komputer kuantum beda cerita. Dia punya algoritma khusus namanya Shor's algorithm.
Shor's algorithm bisa memecahkan masalah logaritma diskret dan faktorisasi prima dalam waktu polynomial. Bahasanya simpel: yang tadinya mustahil, jadi mungkin.
Dalam konteks Bitcoin, Shor bisa nge-reverse-engineer private key dari public key yang sudah terexpose.
Estimasinya? Sekitar 9 menit untuk satu key dengan komputer kuantum yang cukup kuat.
Scary? Iya. Tapi ada catatan penting: komputer kuantum yang dimaksud harus punya ribuan logical qubit yang error-corrected.
Google baru-baru ini publish paper soal milestone mereka. Mereka klaim sudah achieve 'quantum supremacy' versi baru dengan chip Willow.
Willow punya 105 physical qubit. Tapi untuk ngejebol ECDSA, butuh jutaan physical qubit karena error correction makan resource besar.
Jadi timeline ancaman kuantum ke Bitcoin masih 'decades away' menurut sebagian besar kriptografer. Tapi 'decades' itu bisa jadi 10 tahun, bisa juga 30.
Yang jadi masalah: Bitcoin itu decentralized. Upgrade ke sistem post-quantum nggak bisa dilakukan overnight.
Butuh konsensus dari miner, developer, dan node operator seluruh dunia. Prosesnya bisa bertahun-tahun.
Ethereum dan beberapa chain lain sudah mulai riset kriptografi post-quantum. Bitcoin? Masih dalam fase diskusi awal.
Praktisnya gini: jangan reuse address Bitcoin kamu. Setiap kali transaksi, public key terexpose. Address baru = public key baru = aman dari Shor.
Hardware wallet modern biasanya otomatis generate address baru tiap transaksi. Pastikan fitur ini aktif.
Kalau kamu hodler jangka panjang, pertimbangkan multisig atau cold storage dengan address yang benar-benar nggak pernah dipakai transaksi.
Long story short: ancaman kuantum ke Bitcoin itu real, tapi nggak instant. Waktu masih ada buat prepare, asal komunitas nggak ngantuk.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinDesk
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinDesk.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.
Baca artikel asli di CoinDesk→


