VC Web3 sering klaim punya network terbaik. Tapi tanpa diferensiasi yang jelas, sulit menarik founder. Pelajari framework untuk bikin value proposition unik.
Pernah baca pitch deck VC Web3? Isinya hampir mirip semua.
Network yang luas. Relationship dengan founder top. Value-add yang katanya unik.
Masalahnya? Kalau semua orang bilang hal yang sama, nggak ada yang beda. Founder jadi bingung milih yang mana.
Ini yang dibahas sama Bauer, Co-Founder dari TBV. Dia bilang emerging managers harus lebih rigor dalam nentuin value proposition mereka.
Bukan cuma copy-paste template yang dipakai VC besar.
Bauer kasih framework yang lebih sistematis. Pertama, identify your genuine edge. Apa yang beneran kamu punyi dan orang lain susah tiru?
Kedua, validate that edge dengan data. Jangan cuma asumsi.
Ketiga, communicate dengan jelas. Founder busy, mereka nggak punya waktu nebak-nebak apa keunggulan kamu.
Contoh praktis: kalau kamu ex-founder yang exit di DeFi, itu edge. Tapi harus di-spell out explicitly.
Bukan cuma bilang 'we understand founders'. Terlalu generic.
Atau kalau kamu punya technical background di infrastructure, fokus situ. Jangan coba jadi generalist.
Bauer warning soal trap yang sering kejadian: trying to be everything to everyone.
VC kecil yang spread too thin malah jadi nggak memorable. Founder lupa kamu exist.
Lebih baik jadi the best at one thing daripada average at many things.
Practical takeaway buat kamu yang mau raise fund atau pitch ke founder: tulis 3 bullet points yang beneran beda tentang fund kamu.
Test sama founder yang jujur. Kalau mereka bilang 'sounds like every other VC', balik ke drawing board.
Diferensiasi itu nggak optional di Web3. Market terlalu crowded untuk generic pitch.
Yang survive adalah yang bisa articulate value mereka dalam 30 detik dan founder langsung ngerti kenapa harus pilih mereka.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinDesk
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinDesk.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.
Baca artikel asli di CoinDesk→


