Jane Street meminta pengadilan menolak klaim Terraform terkait crash UST-LUNA, argumennya gugatan ini mengulang masalah yang sudah diselesaikan dan menyalahkan pihak lain atas kesalahan internal.

Jane Street, salah satu perusahaan trading paling besar di Wall Street, lagi-lagi masuk radar berita crypto. Kali ini bukan soal profit gede mereka, tapi soal gugatan dari Terraform.

Terraform Labs ngeluarin tuntutan yang nyalahin Jane Street atas kerugian besar waktu UST dan LUNA anjlok parah di 2022. Menurut mereka, Jane Street punya andil dalam kehancuran stablecoin algorithmic tersebut.

Jane Street nggak terima. Lewat pengajuan dokumen di pengadilan Kamis kemarin, mereka bilang gugatan ini cuma ngulang-ngulang cerita lama yang udah selesai di meja hijau.

Advertisement

Yang lebih keras lagi, Jane Street nuding balik. Mereka bilang kerugian yang dialami Terraform sebenernya datang dari misconduct internal perusahaan itu sendiri, bukan dari tindakan pihak luar.

Ini masalah yang kompleks banget. Kamu perlu paham dulu apa yang terjadi waktu Mei 2022. UST, stablecoin yang harusnya nilainya tetap $1, tiba-tiba kehilangan peg dan anjlok hampir nol.

LUNA, token saudaranya, ikut terjun bebas dari harga $80-an ke hampir nol dalam hitungan hari. Kerugian total diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar. Ribuan investor kecil ikut terkena dampaknya.

Terraform Labs sendiri udah dinyatakan bangkrut. Do Kwon, founder-nya, udah ditangkap dan lagi menghadapi proses hukum di berbagai negara. Tapi ternyata mereka masih punya energi buat nuntut pihak lain.

Argumen Jane Street cukup tegas. Mereka bilang Terraform cuma cari kambing hitam buat nutupin kegagalan sistem desain stablecoin mereka sendiri. UST itu algorithmic stablecoin, artinya dia bergantung pada mekanisme arbitrage buat jaga harga tetap $1.

Masalahnya, mekanisme itu rapuh banget. Pas panic selling massal terjadi, sistem nggak kuat nahan tekanan. Ini bukan rahasia lagi di komunitas crypto, banyak yang udah warning sebelumnya.

Jane Street juga nyinggung soal settlement yang udah terjadi sebelumnya. Artinya, ada kasus serupa yang udah diputuskan pengadilan, dan hasilnya nggak menguntungkan pihak Terraform.

Buat kamu yang follow perkembangan crypto, ini kasus yang menarik buat diperhatiin. Bukan cuma soal siapa yang menang di pengadilan, tapi soal siapa yang bener-bener bertanggung jawab atas kerugian besar di DeFi.

Practical takeaway dari sini: kalau kamu invest di crypto, jangan cuma lihat siapa yang besar namanya. Jane Street memang raksasa di trading, tapi itu nggak bikin mereka otomatis bersalah atau bersih.

Yang lebih penting, pahami mekanisme produk yang kamu beli. Algorithmic stablecoin kayak UST punya risiko desain yang fundamental. Nggak peduli siapa yang trading di pasar, kalau mekanisme dasarnya rapuh, collapse bisa terjadi kapan aja.

Diversifikasi tetap kunci. Jangan taruh semua dana di satu jenis aset crypto, apalagi yang mekanismenya kompleks dan belum teruji panjang. Stablecoin yang fully-backed dengan cadangan tunai umumnya lebih aman daripada yang bergantung pada algoritma.

Kasus ini juga nunjukin betapa berantakannya aftermath dari crypto crash 2022. Sampai sekarang masih ada gugatan saling balas antar pihak yang terlibat. Proses hukumnya bisa berjalan bertahun-tahun.

Buat investor retail, pelajarannya jelas: due diligence itu nggak bisa ditawar. Jangan terpancing FOMO waktu ada yang promise return tinggi dari mekanisme yang kamu nggak paham.

Jane Street sendiri terkenal sebagai market maker yang sangat profitable. Mereka nggak biasa terlibat dalam kontroversi publik kayak gini. Tapi di crypto, bahkan yang paling berpengalaman pun bisa kena tarik ke dalam konflik.

Nantilah gimana pengadilan memutuskan. Yang jelas, ini akan jadi preseden penting buat tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat dalam ekosistem stablecoin yang gagal.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinDesk

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinDesk.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.

Baca artikel asli di CoinDesk
#Crypto#CoinDesk#rss