FIFA pakai blockchain Avalanche buat sistem tiket World Cup anti-scalping. Cari tahu cara kerjanya dan apa artinya bagi kamu penggemar sepak bola.

FIFA lagi nyoba metode baru buat jual tiket World Cup pake blockchain Avalanche. Ide dasarnya simpel: tiap tiket jadi token unik yang jelek banget buat di-sell paksa.

Dengan blockchain, data tiket tercatat permanen di jaringan terdesentralisasi. Jadi, kalau ada yang coba ubah atau duplikat, sistem bakal nge‑flag otomatis.

FIFA bareng sama perusahaan teknologi asal Argentina, Ticketing.io, ngembangin prototipe ini. Mereka test di beberapa pertandingan kualifikasi dulu, baru nanti rencananya bakal roll out penuh di Qatar 2022.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Keunggulan utama? Transaksi tiket jadi transparan banget. Kamu bisa cek riwayat kepemilikan tiket dari awal sampai akhir, kayak ngintip riwayat transfer koin crypto.

Selain itu, blockchain Avalanche punya kecepatan tinggi dan biaya transaksi rendah. Jadi, proses beli tiket gak bakal lama lama, gak kayak antrian lama di website resmi.

Sistem juga ngasih kontrol lebih ke fans. Misalnya, kamu dapat tiket, terus nanti mau jual kembali, bisa lewat pasar sekunder resmi yang juga berbasis blockchain. Jadi, scalper yang pakai bot otomatis bakal kesulitan masuk.

Tapi, bukan berarti semua masalah langsung selesai. Masih ada pertanyaan soal adopsi luas, regulasi, dan edukasi fans yang belum terlalu paham blockchain.

Praktisnya, kalau sistem ini berhasil, kamu bakal dapet QR code yang terhubung ke token di blockchain. Saat masuk venue, pemindai akan verifikasi token langsung di jaringan, bukan cuma cek database pusat.

Kita juga lihat contoh sukses serupa di NBA, yang pakai teknologi berbasis blockchain buat tiket. Hasilnya, penjualan sekunder turun signifikan, dan fans dapat pengalaman lebih aman.

Intinya, FIFA lagi coba bikin ekosistem tiket yang adil, aman, dan transparan. Kalau berhasil, scalper bakal terpinggirkan, dan kamu bisa beli tiket tanpa khawatir harga melambung.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinDesk

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinDesk.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.

Baca artikel asli di CoinDesk
#Crypto#CoinDesk#rss