Mantan PM Inggris Liz Truss kritik bank sentral dan lirik bitcoin sebagai alternatif dalam reformasi ekonomi. Simak pandangannya soal arah ekonomi global.

Liz Truss, mantan Perdana Menteri Inggris yang cuma menjabat 49 hari, baru-baru ini ngomongin soal kondisi ekonomi global. Dia bilang ekonomi lagi menuju arah yang "sangat negatif."

Truss langsung nyorot bank sentral sebagai salah satu biang keroknya. Menurutnya, kebijakan moneter yang terlalu ketat malah bikin pertumbuhan ekonomi mandeg.

Yang menarik, dia juga sempat nyebut bitcoin dalam pembicaraannya. Bukan berarti dia langsung jadi maximalis, tapi dia lihat cryptocurrency ini punya potensi dalam reformasi finansial yang lebih besar.

Advertisement

Truss tetap bela kebijakan mini-budget kontroversialnya yang bikin pound sterling anjlok tahun 2022. Dia yakin pendekatan fiskal yang agresif itu sebenarnya tepat, cuma waktunya aja yang kurang pas.

Dia juga disebut-sebut bakal hadir di konferensi CPAC UK. Acara ini jadi wadah buat konservatif yang pengen perubahan besar dalam kebijakan ekonomi dan sosial.

Ngomongin soal bitcoin, Truss nggak bilang langsung mau adopsi penuh. Tapi dia terbuka sama ide bahwa teknologi desentralisasi bisa jadi alternatif dari sistem keuangan tradisional yang menurutnya udah ketinggalan zaman.

Ini bukan pertama kali politisi konservatif di Inggris nyorot cryptocurrency. Beberapa anggota parlemen memang lagi eksplorasi gimana blockchain dan digital assets bisa masuk dalam kerangka regulasi yang lebih longgar.

Buat kamu yang ngikutin perkembangan crypto, pernyataan Truss ini menarik buat dicatat. Bukan soal dia bakal beli bitcoin atau nggak, tapi soal narasi besar soal desentralisasi yang mulai masuk ke politik mainstream.

Apa yang bisa kamu ambil? Pertama, kritik ke bank sentral makin kencang dari berbagai penjuru politik. Kedua, bitcoin dan crypto udah nggak lagi cuma bahasan tech bro di internet.

Ketiga, dan yang paling penting: jangan langsung FOMO cuma karena politisi besar nyebut bitcoin. Tetep riset sendiri, pahami risikonya, dan ingat bahwa politik bisa berubah kapan aja.

Truss sendiri masih kontroversial di Inggris. Banyak yang bilang mini-budget-nya bikin kerugian miliaran pound. Tapi dia tetap yakin pendekatan pro-pertumbuhan itu yang dibutuhkan ekonomi global saat ini.

Ngomongin soal CPAC UK, konferensi ini memang jadi ajang buat ide-ide yang dianggap radikal oleh establishment. Kehadiran Truss di sana nunjukin dia masih pengen relevan dalam percakapan kebijakan publik.

Buat investor crypto, sinyal politik kayak gini bisa jadi indikator jangka panjang. Kalau semakin banyak pembuat kebijakan yang terbuka sama bitcoin, regulasi di masa depan bisa lebih ramah.

Tapi ingat ya, terbuka nggak sama dengan dukungan penuh. Banyak politisi yang ngomong bagus soal inovasi finansial, tapi pas udah di kursi kekuasaan, kebijakannya tetap ketat.

Jadi sikapnya gimana? Pantau aja perkembangannya, tapi jangan jadiin pernyataan politisi sebagai dasar utama investasi. Bitcoin itu aset volatil, dan faktor teknis serta fundamental masih lebih penting daripada siapa yang lagi ngomongin di konferensi.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinDesk

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinDesk.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.

Baca artikel asli di CoinDesk
#Crypto#CoinDesk#rss