Departemen Kehakiman AS hentikan investigasi Jerome Powell dan serahkan ke inspector internal Fed. Langkah ini membuka peluang Kevin Warsh jadi calon kuat ketua Federal Reserve.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) baru-baru ini mengambil langkah yang cukup mengejutkan. Mereka memutuskan untuk menyerahkan investigasi terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell ke inspector general internal Fed sendiri.
Keputusan ini sebenarnya lebih dari sekadar perubahan prosedur biasa. Banyak yang melihatnya sebagai sinyal politik kuat dari administrasi Trump.
Sebelumnya, investigasi DOJ terhadap Powell dianggap sebagai salah satu hambatan besar. Hambatan untuk apa? Untuk mengganti ketua bank sentral yang sudah sering berselisih dengan Trump soal suku bunga.
Trump sendiri nggak pernah sembunyiin ketidaksukaannya sama Powell. Dia kerap kritik keputusan Fed yang menurutnya terlalu lambat menurunkan suku bunga.
Nah, dengan DOJ yang kini "mundur", jalan buat mengganti Powell jadi lebih mulus. Dan nama yang paling sering disebut sebagai pengganti? Kevin Warsh.
Siapa sih Kevin Warsh? Dia pernah jadi anggota board of governors di Fed dari 2006 sampai 2011. Pengalaman dia di monetary policy cukup solid, meski dia juga dikenal lebih hawkish soal suku bunga.
Yang menarik, Warsh punya hubungan yang cukup baik dengan lingkaran Trump. Dia dianggap lebih sejalan dengan visi ekonomi presiden, terutama soal deregulasi dan pendekatan yang lebih fleksibel.
Tapi bukan berarti transisi ini bakal instant. Powell masih punya masa jabatan sampai Mei 2026 sebagai ketua Fed. Mau diganti sebelum waktunya butuh proses political capital yang nggak murah.
Lagi pula, meski DOJ udah lepas tangan, inspector general internal Fed tetep bisa nemuin sesuatu. Jadi risiko buat Powell belum 100% hilang.
Buat kamu yang follow perkembangan crypto dan pasar keuangan, perubahan di pucuk Fed ini penting banget. Ketua Fed punya pengaruh besar ke arah suku bunga, inflasi, dan likuiditas global.
Kalau Warsh beneran jadi ketua, kita mungkin lihat shift dalam komunikasi Fed. Dia dikenal lebih transparan dan mungkin lebih responsif ke tekanan politik.
Tapi hati-hati juga. Pasar nggak suka ketidakpastian. Spekulasi soal pergantian ketua Fed bisa bikin volatilitas di treasury yield dan aset berisiko kayak crypto.
Takeaway praktisnya: pantau terus perkembangan konfirmasi calon-calon Fed. Kalau Warsh makin sering muncul di berita atau ada sinyal resmi dari White House, itu bisa jadi early signal buat repositioning portfolio.
Ingat, kebijakan moneter AS punya efek domino global. Apapun yang terjadi di The Fed, dampaknya bakal kerasa sampai ke pasar crypto dan ekonomi Indonesia.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinDesk
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinDesk.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.
Baca artikel asli di CoinDesk→


