Paul Sztorc mengusulkan hard fork Bitcoin 2026 bernama eCash yang akan memindahkan 1 juta BTC Satoshi. Komunitas crypto menolak dan menyebutnya pencurian.

Paul Sztorc, developer Bitcoin yang udah lama berkecimpung di dunia crypto, baru-baru ini mengusulkan sesuatu yang bikin komunitas heboh. Dia mau melakukan hard fork Bitcoin di tahun 2026 dengan nama eCash.

Ide utamanya? Semua holder BTC bakal dapet token baru dengan ratio 1:1. Tapi ada satu hal yang bikin orang geram.

Sztorc juga mau "reassign" sekitar 1 juta BTC yang diduga milik Satoshi Nakamoto. Coin-coin itu udah ngendap diam selama lebih dari 15 tahun tanpa pernah bergerak.

Advertisement

Komunitas Bitcoin langsung bereaksi keras. Banyak yang bilang ini sama aja dengan pencurian. Logikanya sederhana: kalau kamu bisa mengambil coin orang lain cuma karena dia nggak aktif, apa bedanya dengan merampok?

Sztorc punya argumen sendiri. Menurut dia, coin Satoshi yang nganggur itu sebenarnya risk buat network. Kalau tiba-tiba bangkit dan dijual, harga BTC bisa anjlok brutal.

Tapi argumen ini nggak banyak yang terima. Prinsip dasar Bitcoin kan decentralization dan immutability. Kalau kita bisa voting buat ambil coin orang, trust model-nya hancur total.

Selain masalah Satoshi coins, eCash juga bakal nambahin fitur bernama Drivechains. Ini teknologi sidechain yang udah lama jadi bahan debat di komunitas.

Drivechains bakal bikin Bitcoin bisa eksperimen tanpa harus ubah main chain. Developer bisa buat chain sendiri dengan rules berbeda, tapi tetap pegged ke BTC.

Konsepnya menarik sih buat yang pengen inovasi lebih cepat. Tapi skeptis bilang ini cuma cara buat fragmentasi hashrate dan bikin security model jadi rumit.

Nggak semua hard fork itu buruk. Ethereum Classic dan Bitcoin Cash pernah jadi contoh. Tapi bedanya, fork-fork itu nggak coba ambil aset orang lain secara paksa.

Sztorc sendiri bukan sembarang developer. Dia creator dari Drivechain BIP dan aktif di Bitcoin development sejak lama. Pengalaman dia nggak bisa dianggap remeh.

Tapi justru karena reputasinya, usulan ini jadi lebih kontroversial. Orang kaget kenapa veteran Bitcoin bisa punya ide yang dianggap melanggar ethos dasar.

Diskusi soal dormant coins sebenarnya bukan baru. Beberapa kali ada yang usul "burn" atau redistribute coin yang nggak bergerak selama X tahun. Semua proposal itu ditolak mentah-mentah.

Bitcoin itu designed buat censorship resistant dan permissionless. Artinya, nggak ada yang bisa freeze atau confiscate aset kamu, meskipun kamu udah mati atau hilang private key.

Kalau eCash berhasil, precedent berbahaya bakal tercipta. Siapa yang bisa jamin besok nggak ada yang usul ambil coin whale lain dengan alasan "terlalu kaya" atau "nggak produktif"?

Sztorc bilang fork ini bakal purely opt-in. Artinya, yang nggak setuju cukup stay di chain lama. Tapi praktisnya, hard fork selalu bikin confusion dan potensi replay attack.

Exchange juga bakal pusing mau support yang mana. History nunjukin hard fork sering jadi kesempatan buat insider trading dan market manipulation.

Buat kamu yang hold BTC, takeaway praktisnya: jangan panik dulu. Fork kayak gini butuh massive support dari miner dan exchange buat jadi relevan.

Tapi tetap worth monitoring. Kalau somehow eCash dapet traction, kamu bakal dapet free tokens. Cuma ingat, "free" di crypto sering ada hidden cost berupa tax liability atau security risk.

Yang paling penting: ini reminder kenapa self-custody itu krusial. Kalau kamu hold di exchange, keputusan support fork atau nggak ada di tangan mereka, bukan kamu.

Debat soal eCash bakal terus berlanjut sampai 2026. Apakah ini inovasi berani atau serangan ke prinsip Bitcoin? Waktu yang bakal jawab.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinDesk

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinDesk.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.

Baca artikel asli di CoinDesk
#Crypto#CoinDesk#rss