Charles Schwab dan Citadel Securities tertarik masuk prediction market, tapi pilih fokus pada event politik dan ekonomi, bukan taruhan olahraga.
Prediction market lagi naik daun, dan sekarang giliran institusi besar yang mulai melirik.
Charles Schwab dan Citadel Securities, dua nama besar di dunia keuangan Amerika, baru-baru ini ngasih sinyal kalau mereka tertarik buat masuk ke bisnis ini.
Tapi ada catatan penting: keduanya ogah terlibat dalam taruhan olahraga.
Mereka lebih milih fokus pada event-event kayak pemilu, kebijakan ekonomi, atau indikator pasar.
Menurut mereka, segmen ini lebih masuk akal secara bisnis dan risikonya lebih terukur.
Prediction market itu konsepnya sederhana.
Kamu bisa beli 'kontrak' yang bayar kalau suatu event terjadi, atau kalau prediksi kamu bener.
Misalnya, ada kontrak "apakah suku bunga The Fed naik bulan depan?" Kalau kamu yakin iya, beli kontrak itu. Kalau bener, kamu dapet payout.
Platform kayak Polymarket udah populerin model ini, terutama buat event politik.
Tapi Schwab dan Citadel punya kekuatan yang beda: infrastruktur trading yang udah mapan dan jutaan customer yang loyal.
Walt Bettinger, CEO Charles Schwab, bilang prediction market itu "menarik" dan bakal jadi bagian dari industri keuangan ke depannya.
Tapi dia tegas: Schwab gak akan sentuh taruhan olahraga.
Menurutnya, itu beda bisnis sama sekali dan risiko reputasinya terlalu gede buat perusahaan yang fokus pada wealth management.
Sementara itu, Peng Zhao dari Citadel Securities juga ngomong hal serupa.
Citadel, yang dikenal sebagai market maker raksasa, lagi peluang di prediction market tapi dengan pendekatan yang lebih "institusional."
Mereka lihat potensi di data dan liquidity provision, bukan jadi bandar taruhan olahraga.
Kenapa sports betting dihindari? Alasannya pragmatis.
Regulasi taruhan olahraga itu kompleks dan beda-beda tiap negara bagian di Amerika.
Plus, ada stigma sosial yang masih melekat, terutama buat perusahaan yang melayani investor retail dan pensiunan.
Kalau Schwab tiba-tiba jadi bandar judi bola, customer mereka yang konservatif pasti protes.
Prediction market untuk event politik dan ekonomi terasa lebih "proper."
Ini dianggap sebagai derivative yang legitimate, mirip opsi atau futures.
Bahkan akademisi sering pake data prediction market buat forecast yang lebih akurat daripada polling tradisional.
Dari sisi teknis, masuk ke prediction market gak terlalu sulit buat perusahaan kayak Schwab atau Citadel.
Infrastruktur order matching, clearing, dan settlement udah ada.
Yang perlu ditambah cuma produknya: kontrak-kontrak berbasis event yang bisa di-trade kayak saham.
Tantangan utamanya justru regulasi dan positioning.
Di Amerika, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang ngatur prediction market.
Nggak semua event bisa dijadiin kontrak, dan proses approval-nya bisa lama.
Kalau Schwab atau Citadel serius, mereka perlu lobbying dan compliance yang signifikan.
Tapi potensi reward-nya juga gede.
Prediction market bisa narik trader muda yang biasanya lebih suka crypto atau platform decentralized.
Ini demografi yang Schwab dan broker tradisional susah dapetin.
Dengan masuk ke space ini, mereka bisa "rejuvenate" customer base tanpa harus terlihat desperate.
Praktisnya, apa yang bisa kamu ambil dari berita ini?
Pertama, prediction market bukan lagi niche crypto—institusi besar mulai legitimasi.
Kedua, ada pemisahan jelas antara "prediction market serius" (politik, ekonomi) dan "gambling" (olahraga).
Ini bakal ngaruh ke regulasi dan cara platform di-positioning ke publik.
Ketiga, kalau kamu trader atau investor, siap-siap aja bakal ada lebih banyak pilihan instrumen di platform konvensional.
Mungkin dalam 1-2 tahun ke depan, kamu bisa trade kontrak pemilu langsung dari aplikasi Schwab atau broker lokal yang bekerja sama dengan infrastruktur Citadel.
Yang jelas, convergence antara tradfi dan prediction market udah mulai terlihat.
Pertanyaannya sekarang: siapa yang bakal move duluan, dan gimana regulator merespons?
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinTelegraph
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinTelegraph.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinTelegraph.
Baca artikel asli di CoinTelegraph→


