Bitmine uplist ke NYSE dan perluas program buyback jadi $4 miliar. Perusahaan ini pegang hampir 4% total supply ETH.
Bitmine, perusahaan mining crypto yang dipimpin oleh analis terkenal Tom Lee, akhirnya naik kelas. Mereka resmi masuk ke NYSE, bursa saham paling prestisius di Amerika. Ini langkah besar buat perusahaan yang fokus di ethereum mining.
Sebelumnya saham Bitmine diperdagangkan di level bawah, yang biasanya kurang diperhatikan investor besar. Dengan uplist ke NYSE, likuiditas dan kredibilitas mereka bakal naik signifikan. Investor institusional jadi lebih mudah untuk beli saham mereka.
Tapi ada cerita menarik di balik ini. Bitmine itu sebenarnya pegang hampir 4% dari total supply ether (ETH) yang beredar. Angkanya gede banget, bikin mereka salah satu holder ETH terbesar di dunia.
Sayangnya, punya aset crypto sebanyak itu belum tentu bikin sahamnya performa bagus. Harga saham Bitmine sebenarnya ikut struggling barengan dengan harga ETH yang turun. Jadi meski aset mereka banyak di blockchain, valuasi pasar masih terkoreksi.
Nah, buat ngadepin situasi ini, Bitmine punya strategi baru. Mereka perluas program buyback saham jadi $4 miliar. Angka yang nggak main-main buat sebuah perusahaan mining crypto.
Buyback itu artinya perusahaan beli kembali saham mereka yang beredar di pasar. Tujuannya macam-macam: bisa naikin harga saham, kasih sinyal kalau manajemen yakin valuasi lagi murah, atau sekedar efisiensi capital structure.
Dengan $4 miliar di tangan, Bitmine punya fleksibilitas besar. Mereka bisa agresif beli saham kalau harga lagi diskon. Atau tunggu momen yang lebih pas sesuai kondisi pasar.
Buat kamu yang invest di saham crypto atau pertimbangkan Bitmine, ada beberapa takeaway praktis. Pertama, uplist ke NYSE biasanya bawa positive sentiment jangka pendek. Tapi hati-hati, ini bukan jaminan harga naik terus.
Kedua, program buyback sebesar ini nunjukkan manajemen yakin valuasi sahamnya lagi undervalued. Tapi inget, buyback efektif kalau dieksekusi dengan harga yang masuk akal. Kalau mereka beli saat harga masih overvalued, malah bisa jadi waste of capital.
Ketiga, exposure ke ETH sebesar 4% supply total itu double-edged sword. Kalau ETH bull run, Bitmine bakal terbang tinggi. Tapi kalau ETH bearish, sahamnya bakal ikut terperosok. Jadi kamu harus comfortable dengan volatilitas crypto.
Terakhir, perhatikan execution dari buyback program ini. Jangan cuma lihat announcement-nya. Lihat apakah mereka beneran beli saham sesuai rencana, dan di harga yang reasonable. Itu baru bisa jadi indikator positif buat long-term value.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinDesk
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinDesk.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.
Baca artikel asli di CoinDesk→


