Analisis terbaru dari Hilbert Group tentang tekanan jangka pendek pada Bitcoin akibat ketatnya likuiditas global, dan bagaimana kebijakan moneter AS bisa jadi penyelamat.

Bitcoin lagi dalam posisi yang agak tricky nih. Russell Thompson, CIO dari Hilbert Group, baru-baru ini ngasih peringatan soal likuiditas global yang lagi ketat banget.

Ini bukan kabar bagus buat kamu yang hold Bitcoin atau aset risk lainnya. Penyempitan likuiditas biasanya bikin investor lebih was-was dan cenderung jual aset yang dianggap berisiko.

Thompson bilang tekanan ini bakal kerasa dalam jangka pendek. Jadi jangan kaget kalau harga Bitcoin agak volatile atau bahkan turun dalam beberapa waktu ke depan.

Advertisement

Tapi ada harapan juga kok. Thompson nunjukin bahwa ada ekspektasi kebijakan dari AS yang bisa jadi relief. Biasanya kalau Federal Reserve atau otoritas terkait mulai longgar, likuiditas balik dan aset risk seperti Bitcoin bisa naik lagi.

Buat kamu yang invest di crypto, ini reminder penting. Market crypto itu sensitif banget sama kondisi likuiditas global, bukan cuma berita internal crypto aja.

Jadi gimana strateginya? Pertama, jangan panik selling kalau memang kamu invest jangka panjang. Kedua, siapin cash buffer buat opportunity kalau harga turun dan kamu mau average down.

Yang ketiga, pantauin data likuiditas global dan kebijakan moneter AS. Ini jadi indikator penting selain analisis teknikal Bitcoin itu sendiri.

Intinya, short-term memang ada tekanan, tapi kalau kebijakan AS sesuai ekspektasi, Bitcoin bisa recovery. Yang penting kamu paham konteks besarnya, bukan cuma lihat chart doang.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinDesk

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinDesk.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.

Baca artikel asli di CoinDesk
#Crypto#CoinDesk#rss