Bitcoin naik hampir 3% saat pasar saham AS mengabaikan ancaman perang AS-Iran. Tapi kekuatan harga BTC ini ternyata bukan semata dari permintaan alami.
Bitcoin lagi menunjukkan ketahanannya. Meski ada ancaman perang antara AS dan Iran, harga BTC justru naik hampir 3% dalam sehari.
Yang menarik, pasar saham AS malah cuek-cuek aja. Investor saham sepertinya nggak terlalu panik dengan berita geopolitik itu. Sementara itu, harga minyak justru turun.
Biasanya, ketika ada konflik di Timur Tengah, minyak naik dan pasar keuangan goyang. Tapi kali ini pola-nya beda. Ini bikin banyak trader crypto bertanya-tanya: kenapa Bitcoin malah hijau?
Jawabannya ternyata nggak sesederhana permintaan dari retail investor atau institusi besar yang baru masuk. Ada satu faktor lain yang jadi pendorong utama.
Analis menemukan bahwa Strategy (dulu MicroStrategy) punya peran besar di balik kekuatan harga Bitcoin lately. Perusahaan ini terus-terusan akumulasi BTC dalam jumlah masif.
Strategy sekarang pegang ratusan ribu Bitcoin. Setiap kali mereka beli, itu langsung mengurangi supply yang tersedia di pasar. Efek-nya? Harga jadi lebih mudah naik meski demand-nya biasa aja.
Ini penting buat kamu pahami. Kalau kamu lihat Bitcoin naik terus dan mikir 'wah, banyak banget yang beli', belum tentu itu karena FOMO massal. Bisa jadi karena ada whale institusional yang sedang stacking.
Buat trader, ini berarti hati-hati dengan asumsi. Jangan langsung yakin kalau uptrend-nya kuat dan sustainable. Kalau Strategy berhenti beli atau malah jual, dinamika-nya bisa berubah cepat.
Praktisnya gini: gunakan data on-chain buat cek apakah ada akumulasi besar dari entitas tertentu. Kalau harga naik tapi nggak diikuti retail interest yang tinggi, bisa jadi itu artificial strength.
Jadi meski Bitcoin kelihatan bullish, tetap perhatikan siapa yang sebenarnya beli. Jangan cuma lihat harga naik terus langsung ikut-ikutan. Risiko selalu ada, apalagi di market crypto yang volatil.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinTelegraph
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinTelegraph.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinTelegraph.
Baca artikel asli di CoinTelegraph→


