Bitcoin (BTC) mendekati Rp1 miliar karena inflasi AS mendingin, bikin harapan kenaikan suku bunga Fed makin tipis. Ini dia analisis lengkapnya!
Kamu tahu gak sih, Bitcoin (BTC) itu lagi on fire banget! Harganya udah nyaris nyentuh $65.000, atau kalau dirupiahin itu udah mau tembus Rp1 miliar per koin. Ini bukan angka main-main lho, apalagi buat kamu yang udah lama ngikutin pergerakan pasar kripto.
Nah, ada kabar seru nih dari Amerika Serikat. Data inflasi mereka yang baru keluar, yaitu Consumer Price Index (CPI) buat bulan Juni, ternyata lebih adem dari yang diperkirakan. Angka inflasi yang mendingin ini langsung bikin para investor senyum lebar, soalnya ini bisa jadi sinyal bagus buat pasar kripto, terutama Bitcoin.
Sebelumnya, banyak yang deg-degan nih kalau Federal Reserve (bank sentral AS) bakal naikin suku bunga lagi buat ngerem inflasi. Kemungkinan kenaikan suku bunga itu sempat di angka 43%, lumayan gede kan? Tapi, setelah data CPI keluar, kemungkinan itu langsung anjlok drastis jadi cuma 13%. Ini artinya, tekanan buat The Fed naikin suku bunga jadi jauh berkurang.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Kenapa sih inflasi yang mendingin itu penting banget buat Bitcoin? Gini, kalau inflasi tinggi dan The Fed naikin suku bunga, biasanya investor bakal lebih milih aset yang lebih aman kayak obligasi atau dolar AS. Tapi, kalau inflasi adem dan suku bunga gak naik, aset-aset berisiko kayak kripto jadi lebih menarik di mata investor.
Para analis sekarang lagi pada mantengin banget rapat Federal Open Market Committee (FOMC) di bulan September nanti. Rapat ini bakal jadi penentu banget buat arah kebijakan moneter The Fed ke depannya. Kalau The Fed beneran gak naikin suku bunga, atau bahkan ada sinyal penurunan, wah, bisa jadi Bitcoin bakal makin terbang tinggi nih.
Pergerakan harga Bitcoin yang lagi bullish ini juga nunjukkin kalau pasar kripto itu sensitif banget sama data ekonomi makro. Jadi, buat kamu yang main di kripto, penting banget buat selalu update sama berita-berita ekonomi global, terutama dari Amerika Serikat. Jangan cuma lihat grafik doang, tapi pahami juga faktor-faktor di baliknya.
Meskipun prospeknya kelihatan cerah, kamu juga harus inget ya, pasar kripto itu selalu penuh kejutan. Volatilitasnya tinggi banget, jadi harga bisa naik drastis, tapi juga bisa turun tiba-tiba. Jadi, selalu bijak dalam berinvestasi dan jangan pernah masukin uang yang kamu gak siap kehilangan.
Intinya, data inflasi AS yang mendingin ini ngasih angin segar buat Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan. Ini bisa jadi pemicu buat harga Bitcoin terus merangkak naik, bahkan mungkin bisa tembus rekor baru. Tapi, tetap pantau terus perkembangan ekonomi dan kebijakan The Fed ya, biar kamu gak ketinggalan info penting!
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinDesk
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinDesk.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.
Baca artikel asli di CoinDesk→

