TikTok perluas kerja sama dengan IAS, Zefr, dan DoubleVerify untuk pengukuran iklan yang lebih transparan dan akurat. Brand kini bisa lebih percaya dengan data viewability dan brand safety.
TikTok lagi gencar-gencarnya bikin platform mereka lebih oke buat advertiser. Salah satu caranya? Perluas kerja sama sama vendor pengukuran iklan yang udah terpercaya.
Baru-baru ini TikTok umumin kolaborasi lebih dalam sama IAS (Integral Ad Science) dan Zefr. Dua platform ini bakal nge-cover format iklan tambahan di TikTok.
IAS dan Zefr itu apa sih? Singkatnya, mereka ini 'polisi' buat iklan digital. Kerjaannya cek kualitas media dan pastikan iklan kamu nggak muncul di konten yang aneh-aneh atau berbahaya buat brand image.
Selain itu, DoubleVerify juga dapet akreditasi baru dari TikTok. Mereka kini bisa nge-report video viewability dengan standar yang valid.
Buat kamu yang kerja di marketing atau brand, ini kabar bagus banget. Makin banyak format iklan yang bisa diukur dengan tools independen.
Artinya apa? Kamu nggak cuma andalin data internal TikTok doang. Ada pihak ketiga yang validasi angka-angkanya. Lebih transparan, lebih bisa dipertanggungjawabkan.
Brand safety ini penting lho. Bayangin iklan produk keluarga muncul di konten yang nggak sesuai nilai perusahaan. Bisa jadi PR nightmare.
Dengan Zefr dan IAS yang makin luas coverage-nya, kamu bisa lebih tenang. Iklan otomatis dijauhkan dari konten berisiko tinggi.
Terus soal DoubleVerify dan video viewability. Ini ngejawab concern banyak advertiser: apakah iklan video saya beneran dilihat orang, atau cuma ke-play doang?
Viewability di sini punya standar industri. Biasanya berarti setidaknya 50% area iklan terlihat selama 2 detik. DoubleVerify sekarang bisa verifikasi ini buat video di TikTok.
Kenapa TikTok rajin-rajin begini? Simpel: mereka mau duit dari advertiser besar. Tapi advertiser besar nggak bakal keluarin budget kalau nggak yakin sama datanya.
Ini strategi jangka panjang buat TikTok. Build trust dulu, revenue nyusul. Dan mereka sadar, trust itu nggak bisa dibangun sendirian. Butuh partner independen yang kredibel.
Praktisnya buat kamu? Kalau lagi planning campaign di TikTok, sekarang bisa minta report dari IAS, Zefr, atau DoubleVerify. Jangan cuma lihat dashboard TikTok Ads doang.
Cross-check data dari sumber independen. Itu best practice. Apalagi kalau budget-nya gede dan stakeholder banyak yang perlu dilaporin.
Satu lagi: tanyain ke agency atau TikTok rep kamu, format iklan apa aja yang udah covered sama tools ini. Mereka terus expand, jadi worth it buat keep updated.
Intinya, TikTok lagi berusaha keras jadi platform yang advertiser-friendly. Dengan measurement partner yang makin solid, kamu punya alasan lebih buat serius invest di sana.
Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Marketing Dive
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Business: Marketing Tips update dari Marketing Dive.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Marketing Dive.
Baca artikel asli di Marketing Dive→


