Target luncurkan kampanye social-first untuk peringati 30 tahun Pokémon dengan menggandeng berbagai content creator. Simak strategi dan pelajaran yang bisa kamu terapkan.
Pokémon udah 30 tahun eksis dan masih bikin orang nostalgia. Target, salah satu retailer besar di AS, mau rayain momen ini dengan cara yang beda. Mereka nggak cuma andalkan iklan tradisional, tapi justru fokus ke content creator.
Target pilih pendekatan social-first buat kampanye ini. Artinya, semua konten dibuat khusus buat perform di media sosial. Bukan sekadar repost iklan TV ke Instagram atau TikTok.
Yang menarik, Target ajak berbagai macam creator. Ada yang fokus ke gaming, ada juga yang niche-nya lifestyle dan parenting. Strategi ini bikin pesan kampanye sampai ke banyak segmen audiens yang berbeda.
Kenapa creator jadi pilihan utama? Soalnya, generasi yang tumbuh bareng Pokémon sekarang udah dewasa. Mereka aktif di sosial media dan lebih percaya rekomendasi dari creator yang mereka follow.
Target juga paham kalau nostalgia itu powerful. Tapi nostalgia sendiri nggak cukup. Mereka kombinasin kenangan masa lalu dengan format konten yang relevan buat sekarang. Hasilnya? Engagement yang lebih organik.
Dari sini ada pelajaran praktis buat kamu yang bangun brand atau bisnis. Pertama, pilih platform sesuai kebiasaan audiens targetmu. Kalau mereka di TikTok, ya buat konten native buat TikTok. Jangan cuma copy-paste dari platform lain.
Kedua, micro-influencer atau creator niche seringnya lebih efektif daripada seleb besar. Engagement rate mereka biasanya lebih tinggi dan audiensnya lebih loyal. Kamu nggak perlu budget gede buat mulai.
Ketiga, gabungin emosi dengan tujuan bisnis. Target nggak cuma jual merchandise Pokémon, tapi juga bangun emotional connection dengan customer. Ini yang bikin orang mau datang lagi.
Terakhir, berani eksperimen dengan format. Reels, short video, carousel, atau bahkan livestream. Test apa yang works buat audiensmu, lalu scale dari situ.
Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Marketing Dive
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Business: Marketing Tips update dari Marketing Dive.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Marketing Dive.
Baca artikel asli di Marketing Dive→


