Kotex hadirkan kampanye mobile dengan galeri virtual menstruasi. Lewat QR code di museum, mereka ngajak masyarakat hadapi taboo menstruasi secara terbuka.

Menstruasi masih jadi topik yang sering diembat di banyak tempat. Padahal ini hal normal yang dialami separuh populasi dunia.

Kotex bikin langkah berani. Mereka luncurin kampanye mobile yang pasang QR code di sekitar museum-museum besar.

Scan QR-nya, kamu langsung masuk ke virtual gallery. Di sana ada karya seni yang terinspirasi dari pengalaman menstruasi.

Advertisement

Galeri virtual ini isinya karya seni dari berbagai artist. Semuanya ngangkat tema menstruasi dengan cara yang personal dan powerful.

Kenapa di museum? Soalnya museum itu tempat seni dan budaya dihargai. Kotex pengen menstruasi diperlakukan sama—dihargai, bukan disembunyiin.

Strategi ini pinter banget. Mereka manfaatin konteks yang udah ada buat deliver message yang biasanya ditolak mentah-mentah.

Kamu nggak perlu masuk museum beneran. Cukup scan QR di area sekitarnya, experience-nya langsian di tangan.

Ini namanya proximity marketing yang dibungkus dengan social purpose. Brand nggak cuma jualan, tapi juga ngasih value ke masyarakat.

Buat marketer, ini contoh bagus gimana teknologi bisa dipakai buat topik sensitif. QR code jadi bridge antara physical dan digital space.

Takeaway praktisnya: kalau kamu punya pesan yang berat, cari konteks yang familiar buat audiens. Jangan kasih langsung, tapi ajak mereka explore sendiri.

Kotex juga nunjukin kalau period care brand bisa ngomong soal lebih dari produk. Mereka bisa jadi platform buat conversation yang penting.

Taboo nggak bakal ilang dengan sendirinya. Butuh strategi kreatif yang ngajak orang ngobrol, bukan yang maksa.

Campaign ini bukti kalau marketing bisa jadi force for good. Asal niatnya genuine dan execution-nya thoughtful.

Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Marketing Dive

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Business: Marketing Tips update dari Marketing Dive.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Marketing Dive.

Baca artikel asli di Marketing Dive
#BusinessMarketingTips#MarketingDive#rss