MLB gunakan otomatisasi dan data dari Adobe buat bantu klub-klub kirim pesan marketing yang lebih relevan dan personal ke penggemar baseball.
Major League Baseball (MLB) lagi ngelakuin sesuatu yang menarik buat deketin penggemarnya. Mereka perluas kerja sama sama Adobe, dan kali ini fokusnya ke otomatisasi sama data.
Tujuannya sederhana: bantu klub-klub MLB bikin marketing yang bener-bener cocok sama cara tiap penggemar nikmatin olahraga ini.
Bayangin aja, tiap orang punya cara beda buat nonton baseball. Ada yang demen dateng ke stadium, ada yang cuma nonton streaming di rumah, ada juga yang cuma cek highlight di sosmed.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Nah, dengan tools dari Adobe, klub-klub bisa bedain ini semua dan kirim pesan yang pas buat masing-masing.
Contohnya, penggemar yang sering beli tiket langsung bisa dapet info promo game berikutnya. Sementara yang cuma nonton online, dikasih tawaran subscription streaming yang lebih menarik.
Ini namanya personalization di scale. Bukan lagi broadcast pesan yang sama ke semua orang.
Dari sisi teknis, MLB pake Adobe Experience Cloud buat ngumpulin dan olah data penggemar. Termasuk Customer Data Platform (CDP) buat bikin profil lengkap tiap orang.
Data ini gabung dari berbagai sumber: website, app, pembelian tiket, engagement di sosmed, sampai behavior pas nonton game.
Hasilnya? Klub bisa bikin campaign yang lebih targeted dan efektif. Budget marketing kepake dengan lebih baik, conversion rate naik.
Yang penting juga, penggemar ngerasa dihargai. Mereka dapet info yang relevan, bukan spam yang gak penting.
Buat kamu yang kerja di marketing atau bisnis, ini ada pelajaran penting.
Pertama, data-driven marketing bukan cuma buzzword. Dengan tools yang tepat, kamu bisa bener-bener paham audience dan kasih experience yang personal.
Kedua, otomatisasi bikin semua ini scalable. Gak perlu tim besar buat handle tiap penggemar satu per satu.
Ketiga, partnership sama platform yang udah proven kayak Adobe bisa percepat transformasi digital. Gak perlu bangun semuanya dari nol.
Takeaway praktisnya: mulai dari data yang kamu punya sekarang. Identifikasi segment audience, pahami behavior mereka, lalu bikin messaging yang beda buat tiap segment.
Tools kayak CDP, marketing automation, sama analytics platform bisa bantu eksekusi ini. Gak harus langsung skala MLB, yang penting mulai dulu dan iterasi berdasarkan hasil.
Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Marketing Dive
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Business: Marketing Tips update dari Marketing Dive.
Sumber asli
Artikel ini direwrite dari sumber Marketing Dive. Kamu bisa cek versi aslinya di https://www.marketingdive.com/news/how-mlb-is-leveraging-automation-and-data-to-enhance-fan-messaging/816034/.