Marketer pakai AI agents buat beli iklan? Di DPMS, mereka cerita pengalaman nyata dan guardrail yang dibutuhkan industri.

AI ngincar iklan buat kamu bukan lagi mimpi, tapi kenyataan yang sudah terjadi. Di Digiday Programmatic Marketing Summit (DPMS) bulan lalu, ini jadi tema utama yang dibahas.

Para eksekutif dari brand seperti Duluth Trading Company dan agency seperti Butler/Till ngaku sudah pakai AI agents buat beli iklan. Mereka ngaku hasilnya cukup mengejutkan.

Di sesi tertutup, para programmatic marketer cerita bagaimana mereka ngintegrasi AI agents ke dalam workflow programmatic mereka, termasuk proses quality assurance.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Bahkan, semua peserta DPMS bisa coba langsung pengalaman agentic ad buying lewat game show live. Mereka berkompetisi dalam tim buat pakai AI agents dan menang deal iklan.

Tapi jangan terlalu cepat excited dulu. Masih ada banyak hal yang perlu diatur biar AI agents ini jadi solusi yang aman dan efektif untuk marketing.

Para marketer di DPMS juga ngobrol tentang guardrail yang dibutuhkan industri buat future proof dari revolusi AI ini. Mereka setuju perlu aturan main yang jelas.

Gimana cara kamu siapin diri buat revolusi AI marketing ini? Mungkin saatnya mulai eksplorasi teknologi ini secara bertahap, tapi tetap waspada dengan potensi risikonya.

Satu hal yang pasti: AI agents ngincar iklan buat kamu bukan lagi soal 'jika' tapi 'kapan'. Industri marketing harus siapin strategi buat adaptasi dengan cepat.

Jadi, apa yang bisa kamu ambil dari pengalaman marketer di DPMS? Mulailah eksplorasi AI agents secara hati-hati, fokus pada kasus penggunaan yang konkret, dan selalu perhatikan aspek etika dan keamanan.

Di tengah gelombang AI yang semakin gede, yang paling penting adalah bagaimana kamu manfaatin teknologi ini buat bikin campaign yang lebih efektif, bukan cuma ikut-ikutan trend doang.

Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Digiday

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Business: Marketing Tips update dari Digiday.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.

Baca artikel asli di Digiday
#BusinessMarketingTips#Digiday#rss