Pelajari kenapa governance dan security jadi fondasi kritis untuk AI agents di perusahaan, serta cara membangun control plane yang efektif.
AI agents makin sering kerja bareng manusia di berbagai tim. Tapi tahu nggak sih, banyak perusahaan justru buka celah keamanan baru tanpa sadar?
Agents yang nggak aman bisa dimanipulasi buat akses sistem sensitif dan data rahasia. Risikonya besar banget buat perusahaan.
Di beberapa perusahaan modern, non-human identities (NHI) udah lebih banyak dari human identities. Trend ini bakal meledak seiring maraknya agentic AI.
Jadi, governance yang solid dan fondasi security yang kuat itu kritis banget. Nggak bisa ditunda-tunda.
Menurut laporan Deloitte AI Institute 2026 State of AI, hampir 74% perusahaan rencana deploy agentic AI dalam dua tahun ke depan.
Tapi cuma satu dari lima (21%) yang bilang punya model governance matang buat autonomous agents. Gap-nya besar banget.
Eksekutif paling khawatir soal data privacy dan security (73%), terus legal, intellectual property, dan regulatory compliance (50%), serta governance capabilities dan oversight (46%).
Banyak enterprise bahkan nggak sadar kalau mereka perlakukan agents sebagai first-class citizens dengan akses penuh ke sistem. Ini bikin blind spot dan potensi exposure.
Yang dibutuhkan adalah control plane yang robust—satu layer yang bisa govern, observe, dan secure cara kerja AI agents beserta tools dan models-nya di seluruh perusahaan.
Andrew Rafla dari Deloitte Cyber Practice jelasin: "Control plane itu shared, centralized layer yang ngatur siapa bisa jalanin agent apa, dengan permission apa, di bawah policy apa, pakai model dan tools apa."
Tanpa control plane yang beneran berfungsi, kamu nggak bisa scale agents secara autonomous. Yang ada cuma unmanaged execution, dan itu risk-nya tinggi.
Kalau kamu nggak bisa jawab: agent ini ngapain, atas nama siapa, pakai data apa, di bawah policy apa—dan apakah bisa di-reproduce atau di-stop—berarti control plane-nya nggak fungsional.
Governance harus bikin jawaban-jawaban itu obvious, bukan cuma aspirasi.
Governance itu yang mengubah AI pilots jadi production use cases. Ini jembatan buat pindah dari eksperimen yang impressive ke automation yang aman, repeatable, dan enterprise-wide.
Tanpa governance, agent deployments nggak gagal dengan aman. Mereka gagal secara unpredictable dan di scale besar.
Practical takeaway buat kamu: sebelum deploy AI agents, pastikan ada control plane yang jelas. Dokumentasikan setiap permission, policy, dan data access. Mulai dari governance framework yang sederhana tapi executable, bukan dokumen tebal yang cuma pajangan.
AI Updates lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
MIT Technology Review AI
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
AI Updates update dari MIT Technology Review AI.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review AI.
Baca artikel asli di MIT Technology Review AI→


