Gimana AI bisa bantu perusahaan kamu jadi lebih efisien? Temukan jawabannya di sini!

Kamu pasti udah denger tentang Lean Six Sigma dan BPM, kan? Dua metode ini awalnya muncul buat ngatur segala kekacauan di perusahaan. Mereka menawarkan cara yang terstruktur buat bikin operasional yang berantakan jadi lebih rapi. Lean Six Sigma fokus sama kontrol kualitas dan statistik, sedangkan BPM bikin peta alur kerja dari awal sampai akhir. Keduanya bikin perusahaan bisa lebih disiplin dalam mengukur dan menganalisis.

Nah, sekarang ini, banyak perusahaan yang pengen ngintegrasiin AI ke dalam metode operasional yang udah ada. Menurut beberapa perkiraan, pasar buat optimasi proses dengan AI bisa tembus lebih dari $113 miliar dalam dekade berikutnya. Gila, kan? Di satu penelitian, 88% pemimpin bisnis bilang mereka bakal naikin investasi buat kecerdasan buatan dalam 12 sampai 18 bulan ke depan. Tapi, ada catatan penting nih: tanpa fondasi yang tepat, investasi itu bisa jadi gak maksimal.

Perusahaan yang udah punya disiplin dalam operasional punya keuntungan tersendiri. Mereka bisa nyalurin alat baru ke sistem yang udah terbukti efektif, bukan sekadar nempel di fondasi yang goyah. Organisasi yang udah matang dalam proses juga lebih siap buat ngubah ambisi AI jadi hasil nyata. Soalnya, mereka udah terbiasa sama pengambilan keputusan berbasis data dan disiplin proses, yang mana ini adalah fondasi budaya yang dibutuhkan AI buat ngasih nilai tambah.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Simpelnya, AI bisa mempercepat keunggulan proses, tapi keunggulan proses yang udah ada itu yang bikin AI jadi lebih berharga. Sekarang, teknologi dan proses udah gak bisa dipisahin lagi. Hanya organisasi yang bisa menyatukan keduanya yang bakal bisa ngerasain manfaat penuh dari keduanya. Jadi, siap-siap deh buat ngelihat perubahan besar di dunia bisnis dengan bantuan AI!

AI Updates lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

MIT Technology Review AI

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

AI Updates update dari MIT Technology Review AI.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review AI.

Baca artikel asli di MIT Technology Review AI
#AIUpdates#MITTechnologyReviewAI#rss